Nasional

Sambut Baik Peluncuran Aplikasi Perencana Transaksi Instrumen Keuangan

JAKARTA – Pemerintah optimistis dapat meningkatkan Indeks Keuangan Inklusif (IKI) masyarakat mencapai 75 persen di tahun 2019. Hal ini sesuai dengan target yang sebelumnya sudah dipatok oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, dengan Indeks Keuangan Inklusif (IKI) di tahun 2014 yang masih 36 persen, target 75 persen di 2019 merupakan suatu upaya keras dan penuh tantangan. Terlebih, di usia bangsa Indonesia yang sudah mencapai 72 tahun, akses masyarat terhadap layanan perbankan ternyata masih jauh dari harapan. Rendahnya IKI menujukkan, masih banyak masyarakat yang belum bersentuhan dan menikmati layanan perbankan.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo dalam peluncuran perdana ‘AGIO’ sebagai aplikasi perencana transaksi instrumen keuangan, di auditorium Bursa Efek Indonesia, Jum’at 26 Januari 2018.

“Perlu langkah nyata untuk mewujudkan target Indeks Keuangan Inklusif ini. Di tengah hinggar bingar tahun politik 2018 ini, kehadiran AGIO menjadi semacam oase untuk membantu mewujudkan target keuangan inklusif yang dicanangkan Presiden Jokowi,” kata Eko Sulistyo.

Lebih jauh dijelaskan, AGIO sebagai aplikasi yang membawa transaksi keuangan dan investasi ke ujung jari, mengisi keriuhan dengan kecanggihan gaya ‘aktivitas zaman now’.

“Presiden Jokowi sangat concern dengan masalah-masalah terkait inovasi teknologi, termasuk pada layanan jasa keuangan. Apalagi pada era dengan landscape generasi milenial yang menyelesaikan berbagai kebutuhan dengan jari, melalui berbagai layanan online,” ungkap Eko.

Dengan kemajuan teknologi digital saat ini, transaksi keuangan dan investasi yang biasanya ada di ujung nan jauh di gedung-gedung bertingkat dengan server-server menyala, sekarang bisa ditransaksikan dan dieksekusi melalui ujung jari melalui ‘AGIO’. Di sinilah, teknologi hadir membantu mewujudkan inklusi keuangan.

“Kami berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam segala waktu untuk memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengentakan kemiskinan dan mengurangi kemiskinan melalui peningkatan Indeks Keuangan Inklusif,” pungkas Eko.

Acara ini juga dihadiri pendiri AGIO Lucky Bayu Purnomo, Direktur PT Bursa Efek Indonesia Alpino Kianjaya, CEO LBP institute Anthony Lim, CEO Institute Financial Learning Singapore

Philip Chan, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Haryajid Ramelan dan Ketua Umum Asosiasi Analis Teknikal Indonesia ( AATI ) Inderahadi Kartakusumah.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close