Berita Purwakarta

NURLAELA MUKAROMAH, S.PD.I : JANGAN MENSIA-SIAKAN HAK PILIH

Purwakarta (KPU) – Komisioner Bidang Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta, Nurlaela Mukaromah, S.Pd.I, menghimbau agar para pemilih, khususnya para pemilih pemula, agar tidak mensia-siakan hak pilihnya. Hal itu diungkapkannya saat memberikan penerangan kepada para pemilih pemula tingkat desa se Purwakarta di Aula Kelurahan Ciseureuh, Jl. Veteran Purwakarta (Kamis. 25/1). Peserta yang hadir lebih dari 40 orang dan terdiri dari 5 orang perwakilan dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Purwakarta.

Acara sosialisasi yang diselenggarakan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Kecamatan Purwakarta tersebut, dihadiri pula Camat Kecamatan Purwakarta, Juddy Herdiana, Danramil Sukatani, Kapten Armed Lukmanul Hakim, serta Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Purwakarta, Dandi. Bertindak selaku moderator, Deni Bustomi.

Mengawali acara, Camat Purwakarta memberikan kata sambutan berupa pengetahuan umum tentang pemilu dan pilkada. Untuk selanjutnya, secara teknis diserahkan ke Nurlaela sebagai pembicara utama. Sebelum Nurlaela memaparkan pengetahuan teknisnya, Danramil dan Ketua Panwascam berkesempatan memberikan pandangan-pandangannnya.

Danramil mengajak pada para peserta untuk jangan sampai memilih, karena sebagai warga masyarakat harus dapat memilih pemimpin yang diharapkannya. Menurutnya, TNI siap membantu jika diminta oleh kepolisian .

“Hal itu sesuai dengan Undang-undang. TNI hadir dalam rangka ikut mengamankan pilkada,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Panwascam menandaskan bahwa pemilih pemula itu akan turut pula berperanserta menentukan pemimpin yang berkualitas dan bermartabat.

Dalam pemaparannya, Nurlaela menjelaskan dasar-dasar pemilihan. Diantaranya, selain menerangkan tentang Azas Pemilu, yaitu Luber (Langsung, Umum Bebas, Rahasia) dan Adil yang khusus bagi penyelenggara. Ia juga menerangkan adanya tiga komponen yang harus ada dalam pemilu. Yaitu, pertama adanya Penyelenggara (Komisi Pemulihan Umum atau KPU, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP). Kedua, adanya Peserta yang diusung partai dan persorangan atau independen. Ketiga, adanya Pemilih.

Menurut satu-satunya komisioner perempuan dalam tubuh KPU Purwakarta ini, syarat utama menjadi pemilih itu ada tiga, yaitu Warga Negara Indonesia, warga yang telah genap berusia 17 tahun atau lebih atau sudah pernah menikah, terdaftar sebagai pemilih di daerahnya, tidak sedang terganggu jiwa atau ingatannya, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai hukum tetap.

Selanjutnya Nurlaela menerangkan. Bagi pemilih asal Purwakarta yang sudah terdaftar akan diberi dua surat suara, yaiu untuk pemilihan Bupati dan Pemilihan Gubernur. Sedangkan pemilih asal luar Purwakarta, tapi akan memilih di Purwakarta akan diberi satu surat suara untuk pemilihan Gubernur saja.

“Bagi yang belum punya E-KTP bisa diganti dengan Surat Keterangan atau Suket, serta memperlihatkan surat tanda sudah melakukan perekaman. Jika pada saat coklit tidak terdata, harap segera melapor ke kantor desa atau kantor kelurahan dimana berdomisili,” demikian Nurlaela mengingatkan.

(Dedi Djanuryadi/MC-KPU Purwakarta)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close