Gaya Hidup

Memenuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Anak Dengan Asma

Memenuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Anak Dengan Asma

Meskipun hubungan antara nutrisi dan asma masih dikembangkan, ada sedikit pendapat bahwa pola makan atau diet sehat bisa membantu mengurangi gejala-gejala asma. Sebenarnya tidak ada pola makan (diet) khusus yang direkomendasikan untuk anak dengan asma. Akan tetapi, diet Mediterania (diet rendah lemak jenuh, kaya sayur dan buah-buahan, serta tinggi serat) telah dikaitkan dengan berkuranganya gejala asma. Memahami nutrisi yang baik dan pengaruh nutrisi untuk anak dengan asma bisa menjadi bagian penting dalam penanganan asma. Berikut adalah daftar nutrisi penting untuk anak dengan asma.

Nutrisi untuk anak dengan asma

1. Makanan nabati

Menurut sebuah penelitian tahun 2010, makan banyak buah dan sayuran berkaitan dengan kesehatan pernapasan yang lebih baik dan menurunnya gejala asma pada anak-anak. Selain itu, antioksidan dan nutrisi lain dalam buah dan sayur segar memiliki dampak baik terhadap fungsi paru-paru.

Kacang dan biji juga mengandung banyak flavonoid dan senyawa lain dengan efek antioksidan membantu melawan peradangan, yang dapat meningkatkan kesehatan pernapasan.

Sebuah penelitian dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology melaporkan bahwa wanita dengan asma yang mengonsumsi makanan dengan kandungan beta-karoten lebih tinggi dapat mengurangi gejala asma. Makanan yang mengandung beta-karoten antara lain wortel, semangka, ubi jalar, sayuran hijau, brokoli, dan bayam.

Menurut ulasan dalam Nutrition Journal, buah apel dan pir juga dapat menurunkan risiko asma dengan mengurangi kemungkinan penyempitan bronkus.

Penelitian terpisah dalam European Respiratory Journal melaporkan bahwa buah pisang dapat mengurangi mengi (napas bunyi) karena asma pada anak. Para ahli meyakini bahwa pisang bisa bermanfaat untuk anak dengan asma berkat kandungan antioksidan dan kalium yang baik untuk paru-paru.

2. Ikan

Ikan bisa menjadi sumber asam lemak omega-3 yang baik dan dianggap sebagai bagian dari diet sehat. Umumnya, ikan menyediakan banyak vitamin dan mineral yang diperlukan oleh anak, yang dianggap memiliki efek positif pada gangguan peradangan dan fungsi paru-paru.

Sebuah penelitian di American Journal of Epidemiology melaporkan bahwa anak usia 11-19 tahun yang memiliki kadar magnesium rendah juga memiliki aliran dan volume paru-paru yang rendah. Dengan mengonsumsi ikan, terutama salmon, kadar magnesium pada anak bisa meningkat.

3. Serat

Sebuah penelitian tahun 2016 melaporkan bahwa kekurangan serat dapat mengganggu fungsi paru-paru. Sementara itu, diet kaya serat dapat menjaga kesehatan fungsi paru-paru.

Serat memiliki sifat antiradang dan dapat membantu mencegah penyakit alergi seperti asma. Makan berserat juga mengandung prebiotik, yaitu nutrisi yang membantu atau meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus, beberapa di antaranya dapat membantu melawan peradangan.

Oleh karena itu, biji-bijian seperti beras merah dan kacang-kacangan dianjurkan sebagai bagian dari diet sehat untuk anak dengan asma.

Makanan yang perlu dihindari untuk anak dengan asma

Beberapa makanan yang dapat memicu gejala asma sehingga harus dihindari antara lain:

  • Sulfit adalah jenis pengawet yang dapat memicu serangan asma. Sulfit ditemukan dalam anggur, buah-buahan kering, acar, udang, buah lemon, serta air jeruk nipis.
  • Makanan yang bisa menyebabkan gas sehingga dapat memberi tekanan pada diafragma, terutama jika si kecil memiliki asam lambung. Ini dapat menyebabkan sesak dada dan memicu asma. Makanan ini termasuk kacang, kubis, minuman bersoda, bawang putih, dan makanan yang digoreng.
  • Meskipun jarang, beberapa anak dengan asma mungkin sensitif terhadap salisilat yang ditemukan dalam kopi, teh, dan beberapa bumbu dan rempah-rempah.
  • Zat aditif seperti pengawet, perasa, dan pewarna kimia sering ditemukan dalam makanan olahan dan cepat saji. Beberapa anak dengan asma mungkin sensitif atau alergi terhadap zat-zat ini.
  • Anak dengan alergi makanan mungkin juga bisa memiliki asma. Produk susu, kerang, gandum, dan kacang adalah beberapa jenis penyebab alergi yang paling umum.

Baca Juga:

  • Daftar Pertanyaan yang Harus Disiapkan Sebelum Memeriksakan Asma Anak Anda
  • Hati-hati, Penderita Asma Tidak Boleh Minum Ibuprofen untuk Redakan Nyeri
  • Benarkah Daun Selasih Efektif untuk Mengobati Asma?

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close