Gaya Hidup

Kapan Biasanya Seseorang Pertama Kali Didiagnosis Terkena Diabetes?

Kapan Biasanya Seseorang Pertama Kali Didiagnosis Terkena Diabetes?

Kini diabetes bukan lagi penyakitnya orang-orang tua. WHO melaporkan diabetes menyebabkan 1,6 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2015, dan hampir setengah dari semua kematian tersebut terjadi di usia produktif.

Semakin banyak orang yang terkena diabetes di usia muda karena semakin meluasnya gaya hidup yang buruk. Lantas, pada usia berapa seseorang umumnya mendapat diagnosis diabetes resmi untuk pertama kalinya? Penting untuk mengetahui rata-rata usia terkena diabetes, agar Anda dapat mengantisipasi berbagai gejalanya sebelum terlambat.

Di usia berapa seseorang mendapat diagnosis terkena diabetes untuk pertama kalinya?

Jumlah penderita diabetes terbanyak memang berada di rentang usia antara 40 dan 59 tahun. Diabetes berkembang cepat di sekitar usia 45 sampai 64 tahun, dan semakin meningkat pesat lagi pada orang dewasa berusia 65 dan lebih tua.

Meski begitu, berkat semakin meluasnya pola makan berlemak dan tinggi gula serta gaya hidup yang serba mager alias malas gerak, rata-rata usia terkena diabetes kini bergeser semakin muda. Setidaknya 352 juta orang usia muda berisiko terkena diabetes tipe 2.

WHO mencatat bahwa jumlah kasus diabetes secara global di kalangan anak ABG sekitar usia 18 tahun meningkat pesat dari 4,7% pada tahun 1980-an menjadi 8,5% pada tahun 2014. Menurut American Diabetes Association, sekitar 5 ribu orang di bawah usia 20 tahun mendapat diagnosis diabetes tipe 2 setiap tahunnya.

Sebuah penelitian di tahun 2012 yang diterbitkan dalam “Diabetes Care” memperhitungkan potensi jumlah kasus diabetes di masa depan pada orang di bawah usia 20 tahun. Studi ini menemukan bahwa pada saat ini jumlah orang di bawah usia 20 tahun dengan diabetes tipe 2 akan meningkat hingga 49 persen pada tahun 2050.

Jika angka ini terus bertambah, jumlah kasus diabetes tipe 2 pada anak-anak muda bisa meningkat hingga empat kali lipat. WHO juga melaporkan bahwa diabetes akan menjadi penyebab kematian ketujuh terbesar di tahun 2030.

Bagaimana dengan Indonesia?

Gambaran pergeseran usia pada kasus diabetes di Indonesia dengan perkiraan global tidak begitu melenceng jauh.

Total jumlah kasus diabetes dan pradiabetes (sumber: Riskesdas 2013, Kementerian Kesehatan)

Berdasarkan data Infodatin 2013 milik Kemenkes RI, jumlah orang Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang mendapatkan diagnosis diabetes resmi mencapai sekitar 12 juta (6,9%).
Sementara itu, orang-orang di rentang usia sama yang mengalami prediabetes dilaporkan mencapai 116 juta jiwa. Prediabetes itu sendiri adalah gangguan kadar gula darah yang ditandai dengan toleransi glukosa terganggu (TGT) dan gula darah puasa terganggu (GDPT).

Kasus diabetes dan pradiabetes di Indonesia, berdasarkan usia (sumber: Riskesdas 2013, Kementerian Kesehatan)

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa gejala diabetes tipe 2 dan pradiabetes sudah mulai tampak pada usia remaja sekitar usia 15 tahun. Kemenkes juga mencatat bahwa setidaknya ada 8 juta orang usia 15 tahun ke atas yang terkena diabetes di Indonesia, tapi belum mendapat diagnosis resmi.

Meski begitu, data ini tidak mencatat kasus diabetes tipe 1 yang biasanya dimiliki anak sejak lahir karena faktor keturunan. Diabetes tipe 1 bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 karena dipengaruhi oleh kebiasaan gaya hidup yang buruk.

Faktor risiko yang memengaruhi seseorang memiliki diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup, pola makan tidak sehat, dan masalah kesehatan yang mendasarinya. Faktor-faktor spesifik bisa meningkatkan risiko Anda, tetapi gaya hidup tidak sehat adalah masalah utama pada banyak kasus.

Faktor yang bisa meningkatkan diabetes tipe 2 termasuk:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menjalani gaya hidup tidak sehat
  • Penyakit vaskular (gangguan pembuluh darah)
  • Memiliki anggota keluarga dengan diabetes (keturunan/genetik)
  • Memiliki riwayat diabetes gestasional
  • Kolesterol tinggi
  • Sindrom ovarium poliklistik (PCOS)

Didiagnosis dengan pradiabetes adalah faktor risiko besar lainnya. Prediabetes merupakan peringatan awal dari diabetes. Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah mulai melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat diresmikan sebagai penyakit diabetes. Artinya, Anda sudah mengalami gejala-gejala awal diabetes, tapi belum terdiagnosis resmi dan tidak/belum perlu obat dokter.

Memiliki pradiabetes tidak berarti Anda sudah pasti terkena diabetes tipe 2. Namun, bila Anda memiliki gula darah tinggi, maka ada kemungkinan untuk Anda terkena diabetes tipe 2.

Diabetes bisa ditunda!

Meski diabetes merupakan salah satu penyakit paling umum di dunia, penyakit ini bisa ditunda bahkan dicegah sepenuhnya. Cara terbaik meliputi:

  • Olahraga teratur
  • Menerapkan pola makan rendah kalori dan rendah lemak
  • Mengurangi asupan makanan olahan dan kalori kosong

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal New England menemukan bahwa menurunkan 5-7 persen saja dari berat badan bisa memperlambat perkembangan diabetes tipe 2. Beberapa orang yang berisiko juga dapat menunda timbulnya diabetes dengan mengonsumsi obat diabetes.

Penting untuk mendiskusikan semua pilihan pengobatan Anda dengan dokter untuk hasil yang terbaik. Mendapatkan diagnosis diabetes secepat mungkin juga dapat membantu mencegah komplikasi terkait dan meningkatkan kualitas hidup Anda meski terkena diabetes.

Baca Juga:

  • Apa Akibatnya Kalau Orang Diabetes Makan Tidak Teratur?
  • Menangani Diabetes Anak Anda Saat Mereka Sakit
  • Tips Pola Makan Sehat untuk Menurunkan Risiko Diabetes

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close