Gaya Hidup

Ini Penyebab Nasi Putih Bikin Mengantuk

Seringkali usai makan nasi, Anda merasa sangat mengantuk. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Benarkah nasi putih memang menyebabkan kantuk? Nasi merupakan hasil proses dari bulir padi, bagian dari kelompok tanaman serealia. Seperti bahan makanan dari tanaman serealia lainnya, nasi juga kaya akan pati.

Nah, kebanyakan makanan yang mengandung pati seperti nasi dan kentang, memiliki indeks glikemik yang tinggi. Dilansir KlikDokter, pati dalam nasi merupakan bentuk karbohidrat kompleks, yang oleh tubuh akan dicerna menjadi glukosa. Sementara glukosa adalah bentukan gula yang merupakan sumber energi utama untuk kerja otot dan organ vital tubuh.

Semakin cepat karbohidrat dalam suatu makanan dapat dicerna, semakin tinggi indeks glikemiknya karena semakin tinggi lonjakan kadar gula dalam darah yang ditimbulkan. Proses pencernaan yang cepat ini memerlukan energi yang cukup banyak, sehingga tubuh akan memprioritaskan suplai energi pada fungsi pencernaan.

Pergeseran prioritas pasokan energi ini akan mengurangi ‘jatah’ fungsi tubuh lainnya, termasuk otak dan otot, yang kemudian membuat Anda merasa lemas dan mengantuk.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition pada 2007 mengungkapkan, indeks glikemik pada makanan dapat secara signifikan memengaruhi sleep onset latency (SOL), atau durasi dari terjaga hingga tertidur.

Penelitian yang dilakukan pada 12 orang pria dewasa sehat ini menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik yang tinggi mampu memendekkan durasi SOL, dengan hasil terbaik didapatkan pada pemberian makanan empat jam sebelum jam tidur.

Efek yang ditimbulkan oleh tingginya indeks glikemik ini diduga diakibatkan oleh meningkatkanya jumlah insulin dan asam amino triptofan (TRP) dalam darah. TRP ini akan masuk ke otak dan diubah menjadi serotonin, yang kemudian menjadi melatonin, yaitu hormon yang penting untuk fungsi tidur pada mamalia, termasuk manusia.

Meski rasa kantuk akibat indeks glikemik tinggi ini sering digambarkan sebagai dampak yang positif untuk kualitas tidur seseorang, tidak selamanya makanan berindeks glikemik tinggi baik untuk tubuh. Terutama bagi Anda yang memiliki gangguan kadar gula darah tinggi atau diabetes.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan. Lebih baik penuhi kebutuhan energi dari gula dengan mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik rendah.

Jika tidak ingin mengantuk usai makan siang, hindari mengonsumsi menu yang didominasi nasi. Ganti menu makanan dengan kombinasi protein dan sayuran agar energi tetap dapat terpenuhi, dan Anda pun akan merasa kenyang lebih lama.

Untuk lonjakan energi yang besar tanpa menyebabkan kantuk, Anda juga bisa menambahkan konsumsi buah-buahan dengan indeks glikemik rendah seperti jeruk Bali, pir, pisang, anggur, atau semangka ke dalam menu makan Anda.(k6/bbs)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close