Gaya Hidup

Di Usia Berapa Bayi Sudah Boleh Makan Selai Kacang?

Di Usia Berapa Bayi Sudah Boleh Makan Selai Kacang?

Semakin beranjak besar, Anda harus mulai mengenalkan macam-macam jenis makanan untuk anak. Salah satu yang bisa Anda coba kenalkan adalah selai kacang. Rasanya yang gurih manis mungkin menarik perhatian si kecil. Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga mengenyangkan perut. Namun, memberikan selai kacang untuk anak kecil tidak boleh sembarangan. Tekstur lengket selai kacang bisa membuat bayi yang belum cukup umur tersedak. Lantas, di usia berapa ortu membolehkan bayi makan selai kacang?

Kapan sebaiknya bayi makan selai kacang?

Dilansir dari Healthline, The American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology menyarankan orangtua yang ingin mengenalkan selai kacang untuk mulai memberikannya jika bayi sudah berusia 6-8 bulan.

Namun, pastikan si kecil sudah lebih dulu terbiasa makan makanan padat lainnya sebelum berkenalan dengan selai kacang. Pastikan juga bayi tidak menunjukkan alergi kacang.

Bagaimana cara terbaik untuk mengenalkan selai kacang pada bayi?

Sebelum mulai mengenalkan selai kacang untuk bayi, Anda harus pilah-pilih jenis selainya. Pilih selai kacang yang halus, tidak bergerinjil, apalagi memiliki butiran kacang yang besar-besar. Cek di label produk mengenai keterangan “smooth“.

Butiran kacang yang tercampur dalam selai bisa menyebabkan bayi tersedak karena mereka belum bisa mengunyah dengan baik. Kacang, baik dalam bentuk utuh atau potongan, baru boleh diberikan pada anak di atas usia 4 tahun.

Saat pertama kali memberikan bayi makan selai kacang, sebaiknya mulailah dengan setengah sendok teh selai kacang halus. Atau, Anda bisa encerkan teksturnya sedikit dengan air hangat supaya lebih mudah ditelan bayi.

Alternatifnya, Anda bisa campurkan selai kacang yang sudah diencerkan tersebut pada bubur sereal atau bubur biskuit anak sebagai penambah rasa. Pastikan tekstur bubur benar halus merata sehingga tidak menyebabkan bayi tersedak.

Jika si kecil sudah bisa menggenggam benda padat, Anda bisa sajikan biskuit bayi yang telah dicocol selai kacang encer.

Hati-hati gejala alergi kacang

Menurut Food Allergy Research and Education (FARE), kacang merupakan salah satu dari dari delapan makanan utama yang paling sering menyebabkan alergi makanan. Itu sebabnya banyak orangtua lebih memilih untuk menunda memperkenalkan suatu jenis makanan pemicu alergi, hingga bayi beranjak dewasa.

Padahal, cara tersebut tetap tidak mampu untuk mencegah risiko alergi pada si kecil. Sebaliknya, jika Anda ingin mengurangi kemungkinan risiko alergi makanan, sebaiknya kenalkan ia dengan beberapa jenis makanan baru di awal-awal usianya.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui apakah buah hati Anda berisiko alergi selai kacang atau tidak? Nah, sebaiknya setelah Anda mengenalkan makanan baru pada si kecil, tunggu sekitar dua sampai tiga hari kemudian bila ingin beralih ke jenis makanan lainnya. Hal ini tidak hanya berlaku untuk selai kacang saja, juga pada setiap makanan baru yang Anda kenalkan pada bayi.

Setiap selesai memberikan si kecil makanan baru, perhatikan apakah ia mengalami reaksi alergi seperti gatal-gatal, kulit kemerahan, atau diare. Jika ini terjadi, sebaiknya hentikan memberikan makanan tersebut untuk sementara waktu, dan segera konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Baca Juga:

  • Kapan Sebaiknya Bayi Mulai Boleh Makan Buah Kecut?
  • Mengenal Baby-Led Weaning, Saat Bayi Makan Dengan Tangan Sendiri
  • Hati-Hati, Minum Susu Sambil Tidur Ternyata Membahayakan Bayi

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close