Nasional

Bertemu Pimpinan OECD, Yakinkan Stabilitas Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Presiden Jokowi telah melakukan berbagai langkah progresif dalam memperbaiki perekonomian di Indonesia, di antaranya dengan menerbitkan 15 paket kebijakan deregulasi ekonomi. Meski iklim investasi dan kemudahan berusaha terus mengalami perbaikan, pemerintah tidak berpuas diri, khususnya dalam masalah investasi dan ekspor.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima delegasi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) di Kantor Staf Presiden, Kamis, 1 Februari 2018.

“Pemerintah tidak menyerah dan tinggal diam menghadapi berbagai masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Presiden secara rutin menggelar pertemuan dengan gubernur, walikota, dan bupati, untuk menyelesaikan setiap kebuntuan,” kata Moeldoko.

Ia menegaskan, kehadiran OECD sangat diperlukan untuk memberikan kritik dan masukan terhadap kondisi perekonomian di Indonesia, sehingga investor dari luar dapat merasa nyaman menanamkan modalnya di Indonesia. “Investasi dan ekspor merupakan kunci pertumbuhan ekonomi,” tegas Moeldoko.

Moeldoko juga menegaskan, meski saat ini Indonesia memasuki tahun politik, dengan banyaknya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah hingga pemilu dan pilpres tahun depan, namun ia yakin keamanan dan stabilitas akan tetap terjaga. “Rakyat Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi,” ungkapnya.

Direktur Kerjasama Global OECD Andreas Schaal memberikan selamat atas kemajuan perekonomian Indonesia, terutama lompatan yang cukup drastis dalam peringkat kemudahan berusaha.

“Kami segera meluncurkan ‘Investment Policy Review’ sebagai kajian terhadap kondisi perekonomian global, yang diharapkan dapat memberikan gambaran bagi investor untuk mengetahui kondisi berbagai negara termasuk Indonesia,” kata Schaal yang dalam pertemuan ini disertai Alexander Böhmer, juga Direktur Kerjasama Global OECD, dan Kepala Perwakilan OECD untuk Indonesia/ASEAN Massimo Geloso Grosso. Adapun Kepala Staf Kepresidenan didampingi Deputi II Yanuar Nugroho dan Tenaga Ahli Kedeputian III Panji Winanteya Ruky.

oecd3

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close