Gaya Hidup

Bedanya ALS dan Multiple Sclerosis, Gangguan Saraf yang Sama-Sama Bisa Bikin Lumpuh

Bedanya ALS dan Multiple Sclerosis, Gangguan Saraf yang Sama-Sama Bisa Bikin Lumpuh

Anda mungkin pernah mendengar tentang ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit yang diidap ilmuwan kenamaan asal Inggris, Stephen Hawking. ALS adalah gangguan saraf yang melemahkan otot-otot anggota gerak dan menyebabkan kelumpuhan. Gejala penyakit ALS mirip dengan multiple sclerosis (MS), yang sama-sama melumpuhkan sistem saraf pusat. MS menyebabkan pengidapnya tidak mampu mengendalikan gerakan tubuh. Meski begitu, ALS dan multiple sclerosis merupakan dua kondisi yangberbeda. Lantas, apa saja perbedaannya?

Apa bedanya penyakit ALS dan multiple sclerosis

Beda definisinya

Apa itu penyakit ALS?

Penyakit ALS adalah gangguan sistem saraf yang terjadi ketika sel-sel (neuron) tertentu di dalam otak dan sumsum tulang belakang mati secara perlahan. Sejumlah neuron ini mengatur gerakan otot-otot lengan, kaki, dan wajah sehingga Anda bisa berjalan, berlari, mengangkat benda, mengunyah dan menelan makanan, hingga bahkan bernapas.

Neuron yang sama juga mengendalikan semua gerakan refleks atau spontan di anggota gerak tubuh. Misalnya, refleks tangan untuk menangkis atau menangkap lemparan bola, atau refleks melompat ketika akan tersandung.

Karena ALS mematikan sel-sel saraf motorik ini, otak tidak mampu lagi memberikan perintah bagi tubuh untuk bergerak. Itu sebabnya ALS membuat penderitanya menjadi lumpuh. ALS disebut juga penyakit Lou Gehrig.

Apa itu multiple sclerosis?

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat otak dan sumsum tulang belakang. Multiple sclerosis terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) keliru menganggap sel-sel sehat dalam tubuh Anda sebagai ancaman berbahaya, sehingga berbalik menyerangnya.

Serangan balik dari sistem imun ini menyebabkan selaput pelindung saraf otak (myelin) rusak atau meradang. Akibatnya, sinyal informasi antara otak dan tubuh jadi terganggu sehingga membuat pengidapnya tidak mampu mengendalikan gerakan tubuh.

Beda tanda dan gejalanya

Penyakit ALS dan multiple sclerosis sama-sama menyebabkan gangguan pada sistem saraf otak yang membatasi kemampuan gerak tubuh. Maka, gejala awal dari kedua penyakit ini pun bisa tampak mirip. Pada awalnya, ALS dan multiple sclerosis sama-sama menyebabkan kelemahan otot ringan, kelelahan, dan kesulitan menggerakkan anggota badan.

Namun seiring berkembangnya penyakit, gejala yang ditunjukkan masing-masing menjadi sangat berbeda. Misalnya, penderita ALS biasanya memiliki gangguan fisik yang lebih besar dibandingkan penderita MS. Sementara itu, penderita MS lebih cenderung mengalami masalah mental yang lebih besar daripada penderita ALS.

Multiple sclerosis juga tidak selalu berakibat fatal. Beberapa orang yang mengidap penyakit ini hanya mengalami gejalanya selama bertahun-tahun, namun tidak sampai menyebabkan lumpuh. Sebagian lainnya bisa mengalami perkembangan gejala yang cepat hingga kesulitan untuk merawat dirinya sendiri.

Berikut adalah perbedaan lebih lanjut antara gejala ALS dan multiple sclerosis.

Gejala ALS

  • Kram pada otot
  • Kerja tangan melemah
  • Mudah tersandung dan terjatuh
  • Kejang
  • Kesulitan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh
  • Kesulitan mengunyah dan menelan

Gejala multiple sclerosis

  • Mati rasa atau kesemutan pada area wajah dan tubuh
  • Sakit kepala dan vertigo
  • Ada masalah pada penglihatan
  • Disfungsi seksual
  • Masalah pada pencernaan
  • Memengaruhi kerja indra perasa, penciuman, penglihatan, dan sentuhan
  • Masalah pada kandung kemih

Beda penyebabnya

Penyebab penyakit ALS masih belum bisa diketahui secara pasti, namun para peneliti menduga bahwa ketidakseimbangan kadar glutamat dalam tubuh adalah salah satu faktornya.

Beberapa hal berikut ini bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terserang penyakit ALS:

  • Ada riwayat ALS dalam keluarga
  • Lebih sering terjadi pada laki-laki, bila berada di usia < 65 tahun
  • Berusia 40-70 tahun
  • Cedera karena benturan

Begitu juga dengan multiple sclerosis. Dokter belum bisa memastikan apa penyebab multiple sclerosis, tapi beberapa hal ini bisa meningkatkan risikonya:

  • Wanita lebih mungkin terserang multiple sclerosis hingga 2-3 lipat daripada pria
  • Berusia sekitar 20-50 tahun

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari kedua penyakit ini.

Beda cara menanganinya

Penyakit ALS dan multiple sclerosis sama-sama tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikendalikan gejalanya dengan perawatan rutin guna memperlambat perkembangan penyakit.

Pada penyakit ALS, obat yang biasa diberikan adalah riluzole yang fungsinya untuk memperlambat perkembangan kematian sel saraf. Beberapa obat lain juga akan diberikan untuk membantu meredakan gejala kejang, kram, sembelit, nyeri, dan kelelahan.

Selain itu, adanya konseling penting guna membantu menenangkan kondisi psikis penderita ALS. Terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi bicara juga diharapkan bermanfaat untuk membantu penderita ALS tetap kuat.

Pengobatan untuk MS bisa meliputi obat antiradang seperti kortison guna memperlambat dan menghambat reaksi sistem imun. Pilihan pengobatan lain berupa injeksi dan oral diduga juga efektif untuk meredakan gejala yang sering kambuh.

Di samping itu, perawatan untuk mengurangi stres diyakini bisa meningkatkan fungsi sel-sel otak – misalnya dengan melakukan latihan relaksasi seperti meditasi atau teknik pernapasan dalam.

Meski keduanya berbeda, pengidap penyakit ALS dan multiple sclerosis sama-sama perlu rutin mengonsultasikan kondisinya pada dokter, tak lupa juga mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat — baik secara fisik maupun mental.

Baca Juga:

  • 5 Jenis Penyakit Multiple Sclerosis yang Mirip, Tapi Sebenarnya Beda
  • 7 Tanda dan Gejala Multiple Sclerosis yang Harus Diwaspadai Sejak Awal
  • Bagaimana Cara Membedakan Gejala Multiple Sclerosis Dengan Stroke?

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close