Gaya Hidup

Apa Bedanya Gejala Asma dan Bronkitis? Cek di Sini, Yuk!

Apa Bedanya Gejala Asma dan Bronkitis? Cek di Sini, Yuk!

Asma dan bronkitis merupakan penyakit yang terlihat serupa tapi tak sama. Keduanya sama-sama membuat saluran udara menjadi meradang, yaitu membengkak sehingga udara sulit bergerak ke paru-paru. Akibatnya, lebih sedikit oksigen yang masuk. Kekurangan oksigen inilah yang pada akhirnya menyebabkan gejala sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada. Namun, jangan salah, tidak semua gejala asma juga merupakan gejala bronkitis. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan mengenai perbedaan gejala asma dan bronkitis.

Sekilas tentang asma dan bronkitis

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan gejala asma dan bronkitis, ada baiknya Anda memahami dulu perbedaan mendasar kedua penyakit ini.

Asma

asma saat dewasa

Asma adalah penyakit pernapasan kronis saat saluran napas menyempit dan membengkak. Akibatnya, tubuh mengeluarkan lendir berlebih yang menyumbat saluran napas. Karena itu, Anda jadi sulit bernapas, batuk, mengi (napas berbunyi lirih seperti siulan atau ngik-ngik), dan sesak.

Para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab asma. Namun, faktor keturunan dan lingkungan bisa menjadi salah satu penyebab dan pemicu asma. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tapi Anda bisa mengendalikan pemicunya agar tidak kambuh dan menyerang secara tiba-tiba.

Selain itu, penyempitan saluran napas pada asma bisa dilegakan kembali jika diberikan obat bronkodilator. Bronkodilator adalah obat yang dapat melemaskan otot-otot di sekitar saluran napas sehingga dapat membuka dan melebarkannya.

Bronkitis

etika batuk

Bronkitis merupakan infeksi saluran pernapasan, tepatnya pada bronkus. Infeksi ini mengakibatkan saluran napas mengalami peradangan. Menurut American College of Chest Physicians, kurang dari 10 persen kasus bronkiris disebabkan oleh infeksi bakteri. Bronkitis terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Bronkitis akut

Bronkitis akut yakni infeksi saluran pernapasan jangka pendek yang biasanya berlangsung selama beberapa minggu dan akan kembali normal saat infeksi sembuh.

2. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis yakni infeksi saluran napas jangka panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan hingga hitungan tahun dan lebih parah dibandingkan dengan bronkitis akut. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan saluran napas secara permanen. Penyakit bronkitis kronis ini juga dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Perbedaan gejala asma dan bronkitis

Gejala asma dan bronkitis pada dasarnya hampir sama. Hanya saja terdapat beberapa hal yang membedakan. Mengi, sesak napas, batuk, dan rasa sesak di dada merupakan gejala yang dirasakan baik oleh pengidap asma maupun bronkitis. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang membedakan yaitu:

Asma

  • Serangan yang bersifat tiba-tiba dan terjadi karena serangkaian pemicu.
  • Gejala asma bisa datang dan pergi.
  • Gejala akan membaik jika diberi obat bronkodilator.
  • Lebih sering timbul suara mengi (napas berbunyi lirih seperti siulan atau ngik-ngik).

Bronkitis

  • Batuk dengan atau tanpa dahak. Biasanya dahak yang dikeluarkan berwarna bening, kehijauan, dan kekuningan.
  • Batuk terus menerus.
  • Pilek.
  • Demam rendah dengan suhu sekitar 37,7 sampai 38,8 derajat Celcius.
  • Badan terasa panas dingin (meriang).
  • Rasa pegal di seluruh tubuh.
  • Gejala bronkitis akan menetap selama infeksi masih berada di dalam tubuh.

Pengobatan asma dan bronkitis

Beda gejala dan penyebab, beda pula jenis pengobatannya. Berikut perbedaan pengobatan asma dan bronkitis.

Asma

asma cara pakai inhaler

Biasanya asma diatasi dengan cara mencegah pemicunya. Misalnya stres, alergi, dan obat-obatan tertentu. Selain itu, dokter juga akan meresepkan inhaler untuk mengobati gejala yang muncul secara tiba-tiba.

Inhaler tersebut berisi bronkodilator untuk mengurangi gejala sesak. Sedangkan untuk penggunaan jangka panjang yang berfungsi sebagai mencegah terjadinya asma (controller) dokter mungkin memberikan inhaler kortikosteroid.

Bronkitis

menyusui-saat-sedang-sakit

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Dokter akan menyarankan Anda untuk banyak beristirahat, minum banyak cairan, dan meresepkan obat penghilang rasa sakit akibat batuk yang tidak kunjung berhenti.

Sedangkan bronkitis kronis biasanya diobati dengan steroid untuk mengurangi peradangan, obat antibiotik, dan obat bronkodilator. Obat ini juga dapat membantu membersihkan produksi lendir berlebih yang menyumbat saluran napas.

Baca Juga:

  • Haruskah Pergi ke IGD Saat Gejala Asma Kambuh?
  • Sama-Sama Menyerang Paru, Apa Bedanya Pneumonia dan Bronkitis?
  • Sebenarnya Pengobatan Bronkitis Butuh Waktu Berapa Lama, Sih?
  • Kebanyakan Makan Gula Saat Hamil Bisa Bikin Bayi Lebih Rentan Asma

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close