Gaya Hidup

6 Mitos Tentang Vaksin Flu yang Sebaiknya Anda Tinggalkan

6 Mitos Tentang Vaksin Flu yang Sebaiknya Anda Tinggalkan

Vaksin flu atau vaksin influenza merupakan vaksin yang berguna untuk melindungi tubuh dari serangan virus flu. Vaksin ini penting untuk diberikan secara rutin mengingat penyebaran virus flu yang sangat cepat. Namun, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang vaksin untuk flu ini. Akibatnya, banyak orang yang percaya kabar burung ini tanpa tahu kebenarannya.

Untuk itu, yuk, kita luruskan enam mitos seputar vaksin untuk flu yang sudah ketinggalan zaman dan tidak perlu dipercaya lagi. Ini dia mitos-mitos dan penjelasannya.

Mitos 1: Vaksin untuk flu malah bisa membuat Anda terserang flu

Faktanya, vaksin untuk flu yang disuntikkan pada Anda mengandung virus flu yang telah mati atau sudah tidak aktif lagi sehingga tidak mungkin Anda terserang flu setelah mendapatkan vaksin ini.

Namun, ada jenis vaksin flu lainnya yakni dalam bentuk semprotan hidung yang biasanya ditujukan untuk anak-anak. Vaksin flu ini memang mengandung virus flu tapi yang sudah dilemahkan, maka tidak berisiko untuk memberikan virus flu pada anak Anda.

Mitos 2: Vaksin flu bisa membuat Anda kebal dari virus flu seumur hidup

Pada dasarnya, tidak ada jaminan jika Anda telah mendapatkan vaksin flu maka tidak perlu lagi diperbaharui di kemudian hari. Pasanya, virus flu bisa terus mengalami perubahan setiap tahunnya. Vaksin untuk flu biasanya akan memberi perlindungan terhadap virus flu kurang lebih hanya selama satu tahun setelah Anda divaksin.

Maka dari itu, penting untuk mendapatkan vaksin flu ulang dalam jangka waktu satu tahun setelah vaksin terakhir.

Mitos 3: Vaksin flu bisa menimbulkan efek samping

Efek samping yang ditimbulkan dari vaksin jarang sekali terjadi. Bila toh ada, vaksin untuk flu tidak akan menimbulkan efek samping yang parah. Biasanya hanya akan menimbulkan demam ringan, serta kulit kemerahan, nyeri, dan muncul pembengkakan di daerah bekas suntikan. Namun tenang saja, kondisi ini biasanya akan membaik sendiri dalam beberapa hari.

Mitos 4: Vaksin flu bisa membahayakan ibu hamil dan bayinya

Faktanya, wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi jika terkena flu. Komplikasi serius yang bisa berkembang dari penyakit flu yakni bronkitis serta infeksi pada dada yang bisa menyebabkan pneumonia. Bahkan lebih parahnya, bisa menyebabkan bayi lahir prematur ataupun lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Untuk itu, tidak ada alasan yang bisa menghalangi Anda untuk menolak mendapatkan vaksin flu saat hamil. Pasalnya, vaksin ini justru bermanfaat untuk memberikan perlindungan untuk Anda serta bayi di dalam kandungan Anda.

Mitos 5: Anak-anak belum perlu mendapatkan vaksin flu

Sebenarnya semua orang membutuhkan vaksin flu, termasuk bayi, balita, dan anak-anak yang berusia lebih dari 6 bulan. Pemberian vaksin ini juga meliputi pada anak-anak yang telah memiliki masalah pada sistem pernapasan sebelumnya.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang melarang pemberian vaksin flu. Seperti pada bayi di bawah 6 bulan, serta anak atau dewasa yang memiliki alergi parah dengan kandungan dalam vaksin, yakni gelatin, telur, atau kandungan lainnya.

Mitos 6: Vaksin flu tidak cukup efektif karena masih ada yang kena flu setelah diimunisasi

Meskipun vaksin berperan dalam mencegah masuknya virus ke dalam tubuh, beberapa orang kemungkinan masih bisa terinfeksi. Kondisi ini wajar dan mungkin terjadi karena virus flu sudah masuk terlebih dahulu ke dalam tubuh orang tersebut sebelum diberikan vaksin untuk flu.

Bahkan pada beberapa kasus, flu bisa menyerang anak-anak akibat dari virus flu ketika vaksin flu semprot masih bereaksi. Tak perlu khawatir, kasus ini masih termasuk ringan dan jarang terjadi. Justru vaksin flu akan memperingan gejala flu bila kemudian virus ini menyerang kesehatan Anda, daripada tidak mendapatkan vaksin sama sekali.

Baca Juga:

  • Vaksin Flu Akan Lebih Efektif Jika Mood Anda Sedang Baik
  • Sakit Flu Tapi Tak Sembuh-Sembuh? Mungkin Anda Kena Dua Jenis Flu Sekaligus
  • Berapa Lama Harus Istirahat di Rumah Saat Sedang Flu Atau Pilek?

Source

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close